Mengapa Al-Quran mendeskripsikan bahwa bagian depan kepala sebagai yang berbohong dan berdosa? Mengapa Al-Quran tidak mengatakan bahwa pribadi orang itulah yang berbohong dan berdosa? Adakah hubungan antara bagian depan kepala dengan kebohongan dan keberdosaan?
Jika kita melihat ke dalam tengkorak pada bagian depan kepala, kita akan menemukan daerah bagian depan (prefrontal) dari otak besar. Apa yang dikatakan ilmu kejiwaan (physiology) tentang fungsi dari daerah ini? Sebuah buku berjudul 'Hal-hal penting mengenai Anatomi dan Ilmu Kejawaan (Essentials of Anatomy & Physiology)', mengatakan tentang ide ini: Motifasi dan keinginan untuk merencanakan dan menginisiasikan gerakan berlangsung di bagian sebelah dalam dari ??lobes=cuping??, bagian depan (lihat Gambar 9.1). Ini adalah daerah bagian luar ... (??terjemahan jadi aneh: konsut ahli physiology??) Buku tersebut juga mengatakan: Berkenaan dengan keikutsertaannya dalam memotifasi, daerah bagian luar juga dianggap sebagai pusat fungsi untuk menyerang...
Maka, daerah otak besar ini bertanggung jawab dalam merencanakan, memotivasi dan menginisiasi kelakuan baik dan buruk, dan bertanggung jawab dalam menyatakan kebohongan dan mengatakan yang benar. Karenanya, adalah suatu yang pada tempatnya jika dikatakan bahwa bagian depan dari otaklah yang berbohong dan berdosa ketika seseorang mengatakan kebohongan atau melakukan dosa, sebagaimana tersurat dalam Al-Quran: ... (yaitu) 'naasiyah' (kepala bagian depan/ubun-ubun) orang yang mendustakan lagi durhaka! Menurut Profesor Keith Moore, para ahli sains telah menemukan fungsi dari pada otak bagian depan dalam enam puluh tahun terakhir ini.



















































No comments:
Post a Comment